NEWS

ASEAN Dengue Day 2022: Ingatkan Dengue Masih Menjadi Masalah Bersama yang Harus Diatasi Bersama

Masih banyak dari kita yang belum sadar bahwa tanggal 15 Juni tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Dengue se-ASEAN atau yang lebih dikenal dengan nama ASEAN Dengue Day (ADD). Memperingati ADD pada tahun ini IDAI Yogyakarta, Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM, KAGAMA, WMP Yogyakarta, didukung oleh Yayasan Tahija dan PT Takeda Indonesia, menyelenggarakan talkshow dan webinar yang mengusung tema “Dengue Masalah Bersama, Atasi Bersama.” Pemilihan tema yang sangat relevan, mengingat dengue masih menjadi masalah dari awal kemunculannya pada tahun 1968 hingga sekarang.

Kegiatan talkshow dilaksanakan pada hari Kamis (16/6) secara daring via Zoom dan siaran langsung YouTube juga luring yang bertempat di Auditorium Gedung Tahir, Lantai 1, FK-KMK UGM. Project Leader WMP Yogyakarta, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc.,M.P.H.,Ph.D, dalam sambutannya menyatakan, obat khusus untuk dengue belum ditemukan, sehingga pencegahan adalah cara terbaik. Beberapa inovasi yang belakangan ini melejit adalah teknologi nyamuk  Aedes aegypti ber-Wolbachia dan vaksin dengue. Mengusung konsep story from the field, talkshow kali ini menghadirkan pemangki kebijakan serta penerima manfaat program Aedes aegypti ber-Wolbachia, Si Wolly Nyaman dan Wow Mantul.
Si Wolly Nyaman (Wolbachia, Nyamuk Aman Cegah DBD di Sleman) telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Sleman, salah satunya di wilayah Berbah. dr. Hari Pratono, M.Kes dan Putri Utha selaku Kepala dan Kader Kesehatan Puskemas Berbah menuturkan adanya keluhan dari warga karena adanya pertambahan nyamuk selama program dijalankan. Namun pihaknya tak jemu mengedukasi bahwa hal tersebut bersifat sementara dan nyamuk yang disebar tidak memiliki virus dengue. Pada sesi berikutnya dr. Sri Wahyu Joko Santoso, Kabid P2P Dinas Kesehatan Bantul, menyampaikan bahwa Bantul acapkali menempati ranking tertinggi untuk kasus DBD di Provinsi DIY. Karenanya, pihaknya merasa senang sekali, saat teknologi Wolbachia bisa diimplementasikan di wilayahnya. Menutup kegiatan hari pertama, Setyarini Hestu Lestari, SKM, M.Kes Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan DIY menuturkan, teknologi Wolbachia bisa dilanjutkan di daerah lainnya di luar DIY, tentu dengan supervisi dari Kementerian Kesehatan.

Keesokan harinya, Jumat (17/6), webinar dilaksanakan secara daring via Zoom dan kembali disiarkan langsung melalui YouTube. Diawali dengan sambutan oleh Dr.(HC). Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI dan Ketua Harian PP Kagama, dilanjutkan dengan pembahasan terkait dengan strategi penanggulangan dengue nasional oleh dr. Asik Surya, MPPM dari Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI. Turut mengundang Warsito Tantowijoyo Ph.D, Entomology Team Leader WMP Yogyakarta guna membahas tuntas tentang teknologi Wolbachia serta peranannya sebagai pelengkap program pengendalian DB yang sudah ada. 

Beranjak ke sesi selanjutnya, dr. Eggi Arguni, MSc., PhD., SpA(K), Diagnostic Team Leader World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Dokter Spesialis Anak Konsultan RSUP Dr. Sardjito, sekaligus juga ketua panita dalam rangkaian ADD 2022 menyampaikan perlunya penguatan diagnostik dan penatalaksanaan DBD secara memadai di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah kematian kasus DBD. Berita baik juga datang dari Dokter Spesialis Anak Konsultan RSUP Dr. Sardjito dan Dosen Pengajar FK-KMK UGM Dr. dr. Ida Safitri, SpA(K) terkait upaya pencegahan dengue dengan vaksin. “Salah satu vaksin telah memiliki izin edar untuk digunakan di negara-negara endemis dengue termasuk Indonesia. Vaksin ini diberikan pada kelompok usia 9-16 tahun yang pernah terbukti terinfeksi dengue sebelumnya, serta memiliki efikasi yang cukup baik dalam mencegah terjadinya dengue yang berat dan menurunkan kebutuhan rawat inap,” paparnya.

Sekalipun sudah ada banyak terknologi terbaru dalam penanganan dengue, harapannya yang sudah berjalan sebelumnya tetap dilaksanakan dan tidak ditinggalkan. Sehingga nantinya angka kejadian dan kematian DBD dapat semakin ditekan. 

“Harapan kami, dari rangkaian acara talkshow dan webinar ini bisa menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak untuk bersama-sama menurunkan kasus dengue. Sehingga, beban masyarakat semakin berkurang,” pungkas Prof. Adi Utarini.


Ketinggalan? Yuk simak siaran ulangnya di https://bit.ly/LiveTalkshowADD22 (talkshow) dan https://bit.ly/LiveWebinarADD22 (webinar).